Wednesday, March 2, 2011


Sejarah sel
Sejarah sel diawali oleh Anthony van Leeuwenhoek (1632-1723), seorang yang berkebangsaan Belanda merupakan orang pertama yang menemukan mikroskop dan meneliti organisme mikroskopis seperti berbagai Protozoa dan Rotifera yang oleh Beliau diberi nama ”animanculus”. Beliau telah mengamati berbagai jenis bakteri, sperma pada manusia, katak, anjing, kelinci, dan ikan serta pergerakan sel-sel darah di dalam kapiler kaki katak dan daun telinga pada kelinci. Marcello Malphigi (1628-1694), seorang berkebangsaan Italia merupakan orang pertama yang menggunakan mikroskop dalam mengamati sayatan jaringan pada organ-organ tertentu, seperti otak, hati, ginjal, limfa, dan paru-paru. Selain itu, dia juga mengamati perkem-bangan embrio ayam. Berdasarkan hasil pengamatannya, Beliau menyimpulkan bahwa jaringan ter-susun atas unit-unit struktural yang Ia sebut utricles. Robert Hooke (1663) merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah sel berdasarkan hasil pengamatannya pada sayatan sumbat gabus. Ia melaporkan bahwa sumbat gabus terdiri atas ruang-ruang kecil yang diberi nama sel (bahasa Yunani: Cellula yang bermakna ruang-ruang kecil).
Kelahiran teori sel dipandang mempunyai nilai sejarah perkembangan biologi sel yang sangat penting, karena adanya rumusan tentang sel yang cukup difinitif mampu mengurangi usaha-usaha generalisasi atau konsepsualisasi baru dalam bidang biologi dengan menggunakan dasar prinsip sel. Banyak ilmuwan yang memaparkan pendapat mereka tentang sel yang disebut teori sel, diantaranya yaitu; Aristotles dan Paracelcius telah mengemukakan bahwa tubuh semua hewan dan tumbuhan tersusun atas elemenelemen sederhana. Robert Hooke (1663) merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah sel. Schwann kemudian mengusulkan dua azas yang dikenal dengan teori sel, yaitu: Semua organisme terdiri atas sel, dan sel merupakan unit dasar organisasi kehidupan. R. Virchow (1821-1902) mengusulkan azas ketiga teori sel yang berbunyi: Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya (Omnis cellula e cellulaI). Kemudian Louis Pasteur (1908-1895) mengemukakan teori biogenesis yang menyatakan bahwa setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya (Omne vivum e vivo). Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan para ilmuwan tersebut diambil suatu kesimpulan, yaitu: sel merupakan kesatuan struktural makhluk hidup, sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup, dan sel merupakan kesatuan hereditas makhluk hidup.
Walaupun sel ditemukan oleh Robert Hookke pada tahun 1665, geografi sel belum dipetakan hingga beberapa dasawarsa lalu. Sebagian struktur subseluler, atau organel, terlalu kecil untuk diuraikan oleh mikroskop cahaya. Biologi sel telah mengalami kemajuan pesat pada tahun 1950-an dengan pengenalan mikroskop elektron. Sebagai pengganti cahaya-tampak, mikroskop elektron (electron microscope, EM) memfokuskan berkas elektron melalui spesimen (Campbell,2000).


Categories:

Kotak Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!